Archive for April, 2010

Affiliate Marketer Profesional Tips


2010
04.02
Internet Marketer

Internet Marketer

Menjadi seorang Affiliate Marketer dengan bekerja untuk diri sendiri dapat saja membuat terlena dengan segala kebebasan yang pada akhirnya menganggapnya sebagai hobi semata dibanding sebuah bisnis. Satu yang harus disadari adalah jika anda mengharapkan mendapatkan uang dengan menjadi seorang affiliate marketer maka anda harus memperlakukannya sebagai sebuah bisnis, yang menuntut profesionalisme. Profesioanal dalam menjalankan bisnis proses termasuk hubungan dengan customer.

Contoh kecil disekeliling kita, sebuah warung misalnya. Dulu sebelum ada Alfamart, Indomart dan mini market lainnya, orang terbiasa belanja atau membeli sesuatu ke warung biasa. Mengapa keberadaan mini market dapat mengalahkan warung biasa? Ya, mini market lebih profesional dalam menjalankan bisnisnya ketimbang warung biasa. Begitupun dengan Affiliate Marketing, siapa yang lebih profesional dialah yang akan menjadi Super Affiliate yang akan meninggalkan pesaingnya jauh dibelakang.

Konsekuensi menjadi seorang Affiliate Marketer adalah anda hanya akan mendapatkan uang dari hasil penjualan ataupun menunjukkan seseorang untuk menggunakan produk ataupun jasa yang ditawarkan. Sehingga ada ketergantungan antara affiliate marketer terhadap customer, dengan demikian tugas anda tidak sebatas menjual produk ataupun jasa saja lalu putus hubungan dengan customer.

Seorang Affiliate Marketer Profesional adalah dia yang dapat menjaga hubungan baik denga customernya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghubungi customer setelah terjadi penjualan dengan berterimakasih telah membeli produk atau jasa melalui anda. Jika anda mempunyai tip, trik atau pengalaman mengenai produk yang mereka beli, maka berikanlah mereka informasi mengenainya. Tawarkan pertolongan atau saran jika mereka membutuhkan. Dengan demikian ketika anda memuaskan seorang pelanggan, maka dia akan membawa nama baik anda dan sering sekali terjadi mereka mereferensikan nama anda ke relasi atau kerabat mereka. Siapa yang tau besok atau lusa mereka yang telah direferensikan akan menghubungi anda untuk melakukan proses pembelian selanjutnya.

Menjadi seorang Affiliate Marketer Profesional berarti anda hanya akan mempromosikan produk atau jasa yang anda yakini berkualitas dan bermanfaat bagi pembelinya. Jika anda dimintai pendapat oleh calon pembeli terhadap satu produk atau jasa dan anda tidak yakin kalau produk tersebut berkualitas, maka jelaskanlah apa yang menurut anda tidak bagus dan jangan lupa referensikan produk yang lebih berkualitas. Dengan demikian anda telah membangun reputasi yang baik sebagai affiliate profesional dimata customer.

Satu hal hal lagi untuk menjadi seorang Affiliate Marketer profesional adalah tanamkan kejujuran dalam bisnis anda. Jujur dalam beriklan dan jujur dalam melakukan review. Kuncinya adalah anda harus tau betul produk atau jasa yang ditawarkan. Berikan review yang baik, jelaskanlah kelebihan dan kekurangan dari produk atau jasa yang anda tawarkan. Jangan terlalu berlebihan dalam mengunggulkan suatu produk, review atau iklan anda akan menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. Jika terlalu berlebihan, maka anda tidak akan mendapatkan kepercayaan. Lagi-lagi calon pembeli akan membawa kesan negative terhadap nama bahkan produk atau jasa yang anda tawarkan. Satu orang kecewa terhadap anda maka akan berpotensi merusak kredibilitas anda.

Dari article diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa untuk menjadi seorang Affiliate Marketer Profesional perlakukanlah customer dengan baik, jaga reputasi dan kredibilitas anda dimata customer. Untuk menambah lebih keuntungan, carilah affiliate program yang memberikan komisi yang lebih besar dari yang lain. Untuk informasi ini, penulis menyarankan mencari informasinya melalui Asian Brain dengan mengunjungi website berikut: www.AboutMarketingOnline.com

Sumber : www.asianbraincommunity.com

Bagaimana sebuah Blog Internet Marketing Menghasilkan Uang


2010
04.02
Blog Internt Marketing

Blog Internt Marketing

Internet marketing adalah salah satu cara yang lebih populer dalam menghasilkan uang secara online. Ini mudah dilakukan, tidak memerlukan banyak waktu untuk melakukannya. Banyak program di luar sana mengkonsolidasikan pembayaran dari iklan yang berbeda dan berfungsi sebagai group produk yang bisa dipasarkan oleh Internet marketer.

Blog adalah alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cara menulis pandangan pribadi dan pengalaman dalam subyek yang berbeda mulai dari pengalaman pribadi dengan pandangan politik dan sosial. Seseorang juga dapat menggunakan blog untuk mendiskusikan topik-topik tertentu yang menarik dan juga sebagai platform untuk menyebarkan berita.

Perkawinan antara pemasaran online dan blogging telah menjadi pokok dalam membuat uang secara online.Sebuah blog internet marketing bisa memberikan pemilik sejumlah besar penghasilan jika dilakukan dengan benar. Internet marketing menghasilkan uang melalui traffic visitor. Ketika sebuah situs yang memiliki iklan internet marketing menghasilkan lalu lintas pengunjung kemungkinan bahwa sebagian dari lalu lintas pengunjung akan menunjukkan minat untuk produk yang dipasarkan dalam iklan. Semakin besar jumlah lalu lintas pengunjung yang dihasilkan lebih banyak klien mungkin akan diperoleh.

Usaha untuk ‘mengiklankan” blog adalah yang bertanggung jawab untuk menghasilkan terus lalu lintas pengunjung yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah besar keuntungan. Dan Isi blog nya lah yang harus mampu menjaga pembaca tertarik untuk terus datang kembali dan bahkan merekomendasikan blog untuk orang lain yang mereka ketahui. Sebagaimana online blog anda meraih popularitas dengan banyaknya pengunjung, keuntungan juga akan terus meningkat. Tapi ini mungkin memakan waktu lama.Banyak pekerjaan yang harus dimasukkan ke dalam dan banyak kesabaran diperlukan bagi seseorang untuk bisa sukses dalam bisnis ini.

Tip Penting : Jika Anda benar-benar ingin Membuat Uang dari Blogging, ada tempat belajar yang mengajarkan teknik langkah-demi-langkah terbukti yang dapat membantu. Silahkan kunjungi reviewnya dari tempat belajar tersebut hanya di : www.AboutMarketingOnline.com

Apa itu Mobile Marketing ?


2010
04.02
Mobile Marketing

Mobile Marketing

Sebenarnya, Mobile Marketing bukanlah hal baru di Indonesia, karena Mobile Marketing sudah dilakukan oleh banyak perusahaan.

Meski di Indonesia tampaknya mobile marketing belum setenar di negara lain, namun tak berarti bidang ini tak mampu memberikan keuntungan bagi para pemainnya. Salah satu pemain dalam bisnis mobile marketing adalah Bubu Internet. Perusahaan yang memulai bisnisnya sebagai web developer ini semakin menggurita dengan menangani berbagai layanan digital lainnya, termasuk digital media agency.

Bubu Internet memandang mobile marketing di Indonesia sebagai sebuah masa depan dunia digital yang menjanjikan. Seiring waktu penggunaannya akan semakin meningkat. Hal ini sudah mulai terlihat dari perilaku masyarakat yang lebih sering mengakses internet melalui ponselnya.

Dari segi pendapatan, mobile marketing juga menjanjikan revenue yang cukup menggiurkan. Beberapa survei yang dilakukan meramalkan spending untuk mobile akan semakin meningkat. “Diramalkan pada tahun 2012 nanti, pendapatan mobile marketing akan meningkat sangat tajam dengan persentase lebih kurang 250 persen. Saat itu spending perusahaan dalam beriklan di internet dan mobile akan mengalahkan televisi,” demikian dikatakan Tommy Prastowo, Business Development Manager Bubu Internet.

Bubu sendiri sebenarnya sudah “bermain” dengan mobile marketing sejak tahun 2004 silam. Mereka bahkan punya divisi khusus yang menangani mobile bernama Bubu Chikka. Bekerja sama dengan partner di Filipina, Bubu Chika pun mengambil bentuk content provider. Namun, karena content provider dianggap kurang menguntungkan, Bubu pun berubah arah dengan menjadi digital media agency.

Salah satu perusahaan yang menjadi klien Bubu dalam mobile marketing adalah Axe. Saat itu Axe sedang melancarkan kampanye untuk produk Axe …
Beberapa waktu lalu, Bubu mendapat kepercayaan untuk mengerjakan Axe. Tommy menjelaskan, nomor yang ada di Axe dapat ditelepon. Artinya ada sinergi antara konvensional dan inkonvensional marketing. Di TV diberitahukan , ada wanita yang memberi nomor HP, jika di telepon akan tersambung ke sistem IVR (Interactive Voice Response). Nah, semua sistem tersebut disiapkan oleh Bubu.

Memang, Bubu tak punya bujet khusus untuk hal ini. “Bujet itu relatif. Untuk terjun langsung ke bisnis perlu “peluru” yang banyak. Bisnis kita di sini. Totally harus menggunakan dana sebaik-baiknya, efisien, dan semaksimal mungkin”, kata Tommy.

Banyak hal yang sudah Bubu lakukan untuk berkomunikasi melalui mobile marketing. Seperti seminar, talkshow, maupun road show ke kampus-kampus yang sifatnya edukasi. Di situ, Bubu benar-benar mengarahkan klien atau calon pekerja yang berada di kampus. “Ini lho mobile marketing atau online, tak hanya melulu browsing. Dari situ dapat menghasilkan revenue yang besar. Di sinilah pentinganya inkonvensional marketing yang bersinergi dengan new media marketing”, begitu urai Tommy.

Melihat karakteristik pelanggan merupakan cara yang dilakukan Bubu untuk menyusun pesan kepada pelanggannya. Segmentasinya pun juga dilihat, apakah di segmen C atau D, bahasanya pun demikian. Jika bicara web, tentunya Bubu bicara di kelas B ke atas. Akan tetapi, untuk mobile, mungkin sedikit diturunkan. Hal itu dikarenakan, pengguna mobile di Indonesia sudah cukup banyak.

Bubu tidak membuat klasifikasi pelanggan terhadap pesan yang ingin disampaikan. Artinya, sebenarnya key performance indicator atau target apa yang ingin diraih oleh klien. Contoh Axe, di situ khusus bicara produk untuk pria, berumur 18–24 tahun. Oleh karena itu, bahasanya pun juga harus di kisaran umur itu.
Rencana ke depan, Bubu ingin melakukan pengembangan dan perluasan fitur. Untuk itu, mereka menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan, antara lain AdMob dan Air Blazer. Perluasan fitur yang dikembangkan yaitu sebuah layanan ODP (On Device Portal), tetapi masih di outsourcing. Karenanya Bubu berharap, dalam waktu singkat aplikasi itu sudah bisa diaplikasi.

Bubu pun akan membuat dan mengembangkan divisi khusus yang bertindak sebagai aplikasi. Dalam hal ini, Bubu sebagai kreatifnya. Selain itu, Bubu juga bekerja sama dengan beberapa partner yang bertindak sebagai vendor. Memang, sudah terjalin kerjasama dengan beberapa vendor. Hal itu dibuktikan Bubu melalui kliennya yang selalu puas dengan hasil kerja Bubu.

Sumber : www.marketing.co.id