Archive for the ‘internet for business’ Category

Apa itu Mobile Marketing ?


2010
04.02
Mobile Marketing

Mobile Marketing

Sebenarnya, Mobile Marketing bukanlah hal baru di Indonesia, karena Mobile Marketing sudah dilakukan oleh banyak perusahaan.

Meski di Indonesia tampaknya mobile marketing belum setenar di negara lain, namun tak berarti bidang ini tak mampu memberikan keuntungan bagi para pemainnya. Salah satu pemain dalam bisnis mobile marketing adalah Bubu Internet. Perusahaan yang memulai bisnisnya sebagai web developer ini semakin menggurita dengan menangani berbagai layanan digital lainnya, termasuk digital media agency.

Bubu Internet memandang mobile marketing di Indonesia sebagai sebuah masa depan dunia digital yang menjanjikan. Seiring waktu penggunaannya akan semakin meningkat. Hal ini sudah mulai terlihat dari perilaku masyarakat yang lebih sering mengakses internet melalui ponselnya.

Dari segi pendapatan, mobile marketing juga menjanjikan revenue yang cukup menggiurkan. Beberapa survei yang dilakukan meramalkan spending untuk mobile akan semakin meningkat. “Diramalkan pada tahun 2012 nanti, pendapatan mobile marketing akan meningkat sangat tajam dengan persentase lebih kurang 250 persen. Saat itu spending perusahaan dalam beriklan di internet dan mobile akan mengalahkan televisi,” demikian dikatakan Tommy Prastowo, Business Development Manager Bubu Internet.

Bubu sendiri sebenarnya sudah “bermain” dengan mobile marketing sejak tahun 2004 silam. Mereka bahkan punya divisi khusus yang menangani mobile bernama Bubu Chikka. Bekerja sama dengan partner di Filipina, Bubu Chika pun mengambil bentuk content provider. Namun, karena content provider dianggap kurang menguntungkan, Bubu pun berubah arah dengan menjadi digital media agency.

Salah satu perusahaan yang menjadi klien Bubu dalam mobile marketing adalah Axe. Saat itu Axe sedang melancarkan kampanye untuk produk Axe …
Beberapa waktu lalu, Bubu mendapat kepercayaan untuk mengerjakan Axe. Tommy menjelaskan, nomor yang ada di Axe dapat ditelepon. Artinya ada sinergi antara konvensional dan inkonvensional marketing. Di TV diberitahukan , ada wanita yang memberi nomor HP, jika di telepon akan tersambung ke sistem IVR (Interactive Voice Response). Nah, semua sistem tersebut disiapkan oleh Bubu.

Memang, Bubu tak punya bujet khusus untuk hal ini. “Bujet itu relatif. Untuk terjun langsung ke bisnis perlu “peluru” yang banyak. Bisnis kita di sini. Totally harus menggunakan dana sebaik-baiknya, efisien, dan semaksimal mungkin”, kata Tommy.

Banyak hal yang sudah Bubu lakukan untuk berkomunikasi melalui mobile marketing. Seperti seminar, talkshow, maupun road show ke kampus-kampus yang sifatnya edukasi. Di situ, Bubu benar-benar mengarahkan klien atau calon pekerja yang berada di kampus. “Ini lho mobile marketing atau online, tak hanya melulu browsing. Dari situ dapat menghasilkan revenue yang besar. Di sinilah pentinganya inkonvensional marketing yang bersinergi dengan new media marketing”, begitu urai Tommy.

Melihat karakteristik pelanggan merupakan cara yang dilakukan Bubu untuk menyusun pesan kepada pelanggannya. Segmentasinya pun juga dilihat, apakah di segmen C atau D, bahasanya pun demikian. Jika bicara web, tentunya Bubu bicara di kelas B ke atas. Akan tetapi, untuk mobile, mungkin sedikit diturunkan. Hal itu dikarenakan, pengguna mobile di Indonesia sudah cukup banyak.

Bubu tidak membuat klasifikasi pelanggan terhadap pesan yang ingin disampaikan. Artinya, sebenarnya key performance indicator atau target apa yang ingin diraih oleh klien. Contoh Axe, di situ khusus bicara produk untuk pria, berumur 18–24 tahun. Oleh karena itu, bahasanya pun juga harus di kisaran umur itu.
Rencana ke depan, Bubu ingin melakukan pengembangan dan perluasan fitur. Untuk itu, mereka menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan, antara lain AdMob dan Air Blazer. Perluasan fitur yang dikembangkan yaitu sebuah layanan ODP (On Device Portal), tetapi masih di outsourcing. Karenanya Bubu berharap, dalam waktu singkat aplikasi itu sudah bisa diaplikasi.

Bubu pun akan membuat dan mengembangkan divisi khusus yang bertindak sebagai aplikasi. Dalam hal ini, Bubu sebagai kreatifnya. Selain itu, Bubu juga bekerja sama dengan beberapa partner yang bertindak sebagai vendor. Memang, sudah terjalin kerjasama dengan beberapa vendor. Hal itu dibuktikan Bubu melalui kliennya yang selalu puas dengan hasil kerja Bubu.

Sumber : www.marketing.co.id