JAKARTA (Bisnis): Program promosi pemerintah dinilai mampu meningkatkan omzet usaha mikro kecil dan menengah hingga 28,04% per tahun, namun hanya efektif sampai tahun ketiga.

Deputi Pengkajian Sumberdaya Koperasi dan UKM Wayan Suarja mengatakan program promosi meningkatkan omzet rata-rata Rp119,8 juta menjadi Rp158,2 juta per tahun.

“Tapi pada tahun keempat turun lagi,” ujar Wayan.

Menurut dia, ada delapan variabel yang memengaruhi peningkatan omzet, yakni kondisi internal UKM, jenis produk yang dipromosikan, jumlah pesaing dan barang substitusi, bentuk promosi, penyelenggara promosi, biaya, tempat serta waktu promosi.

Dari empat bentuk promosi yang secara umum pernah diikuti UKM, kata dia, pameran merupakan yang paling dominan.

Wayan mengatakan ada kecenderungan UKM menilai keberhasilan pameran hanya dari penjualan langsung, padahal penilaian ini kurang tepat karena idealnya dapat dilihat dari pengembangan permintaan yang berdampak pada peningkatan omzet.

Dia menjelaskan beberapa masalah yang sering timbul dan mengurangi efektifitas promosi adalah perencanaan yang parsial, kesesuaian lokasi dengan produk, serta waktu penyelenggaraan.(er)

Sumber: Bisnis Indonesia dan www.depkop.go.id

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Wists
  • StumbleUpon
  • Technorati

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!